Selasa, 31 Maret 2020

Kopi Jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen yang Nikmat Diseruput dalam Kondisi Apapun


Kopi Jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen yang Nikmat Diseruput dalam Kondisi Apapun - Kopi, memang sering dikaitkan dengan kejujuran. Ya, jenis minuman ini memang dikenal dengan rasa pahit tanpa ditutupi karena memang tidak bisa.

Sebanyak apapun Kamu memasukkan gula ke dalamnya, pahit tetap ada. Kopi Jujur, kopi asli tanpa gula juga merupakan sebuah kedai kopi yang ada di wilayah Bengkulu.

Sejarah Kopi Jujur, Kopi Asli Campuran Essen 



Kopi mempunyai sejarah yang cukup panjang hingga dikenal di seluruh dunia saat ini. Tidak banyak orang yang tahu, kopi pertama kali diperkenalkan oleh muslim alias orang Islam lho! 

Tidak percaya? Simak yang berikut ini! 

1. Pertama Kali Ada Budaya Minum Kopi 

Dalam sejaran peradaban disebutkan bahwa tanaman kopi pertama kali ditemukan di Afrika. Lebih tepatnya, tanaman kopi pertama ada di bagian negara Eithiopia, Abyssinia, Afrika Selatan.  Pada masa itu, hanya masyarakat Eithiopia sendiri yang mengonsumsinya. 

Masa itu, sekitar pertengah abad ke-15 bangsa Muslim Arab sudah menjelajah dunia untuk berdagang. Kopi dari Eithiopia dibawa oleh mereka ke Yaman. Orang muslim yang diharamkan minum khamar menjadikannya minuman pengganti. Bahkan, istilah kopi lahir dari bahasa Arab, qahwah yang berarti kekuatan. 

Minum kopi diyakini memberi kekuatan lebih kepada mereka. Kopi diminum untuk mengusir kantuk saat peziarah Islam di kota Mekah ingin shalat malam.  Peradaban Arab lebih maju dari Arab. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhannya mereka kemudian membudidayakan kopi sendiri. Setelah itu, kopi menyebar ke seluruh dunia. 

2. Kopi Dikenal Masyarakat Eropa 

Di puncak kejayaan kekhalifahan Islam, Turki Ustmani sekitar abad ke=15, kopi menjadi sajian mewah. Minuman ini disajikan pada setiap perayaan. 

Melalui Turki, yang memang letaknya berbatasan dengan Eropa; kopi jujur, kopi asli tanpa gula mulai dikenal dan disukai orang-orang Eropa. Namun, dalam bahasa Turki mereka kesulitan menyebutnya qahwah. Di Turki kopi disebut kahveh, sehingga kemudia orang Belanda menyebutnya sebagai koffie. 

Sejak saat itu, kopi tidak hanya menjadi budaya minum orang muslim. Orang Nasrani kelas menengah di Inggris juga menjadikannya minuman populer. Kopi disajikan sebagai sajian kalangan menengah ke atas.  Kopi yang pertama kali diperkenalkan ini disebut kopi Arabika. 

3. Masuknya Kopi ke Indonesia 

Pada awalnya, bangsa Eropa banyak yang berusaha membudidayakan sendiri kopi di Eropa. Namun, iklim di sana tidak membuat kopi tumbuh dengan baik. Mereka tidak putus asa. Akhirnya bangsa Eropa yang sebagian besar pada masa itu mempunyai negara jajahan di Asia dan Afrika mengembangkan kopi di negara jajahan. 

Bangsa Belanda pertama kali membawa bibik kopi arabika ke Indonesia. Meski gagal pada tahap awal penanaman di Batavia, mereka berhasil menanam di bagian lain Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.  Pada masa pemerintahan VOC di Indonesia, Belanda menjadi penghasl produk kopi terbesar di seluruh dunia. Kopi yang sebagian besar dihasilkan di Pulau Jawa. 

Kopi Arabika dan Kopi Robusta, Dua Kopi Jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen


Sebenarnya, di dunia dikenal beberapa jenis kopi. Yang paling dikenal dan banyak pula dibudidayakan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika dan Robusta. 

Hmm.. Kopi mana yang paling enak? 

Menurut pengamat kopi atau penikmatnya, tidak ada dari kedua pilihan tersebut yang lebih enak. Keduanya mempunyai penggemar tersendiri. 

Orang yang terbiasa menyeruput kopi dan menikmati kejujuran dari rasa pahit yang diberikan akan dengan mudah membedakan kopi Arabika dan Robusta. 

Kamu mau tahu juga? Ini sedikit uraiannya! 

1. Kopi Arabika 

Sesuai dengan namanya, kopi ini merupakan jenis tanaman yang pertama kali ditemukan dan dibudidayakan oleh orang Muslim yang identic dengan orang Arab. Kopi ini terkenal ke seluruh dunia melalui perdagangan bangsa Arab masa itu. 

Kopi ini tidak sepahit kopi robusta tetapi sangat pas di lidah. Kekurangannya, kopi Arabika hanya dapat hidup di daerah dengan ketinggian lebih dari 1.000 di atas permukaan laut. Di bawah itu, kopi akan mudah sekali diserang hama. 

2. Kopi Robusta 

Dapat disebutkan bahwa kopi jenis ini dikembangkan oleh bangsa Eropa. Jenis ini telah masuk ke Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda pemerintahan VOC. Belanda membawa jenis kopi Robusta menggantikan kopi Arabika yang pada masa itu habis diserang hama karat daun. 

Jenis kopi Robusta kini banyak dibudidayakan di Indonesia, sama halnya dengan kopi Arabika. Kopi ini lebih pahit dan beraoma khas gandum. Namun, di beberapa wilayah rasa dan aroma kopi sangat dipengaruhi lingkungan tempat hidupnya. Kelebihan kopi ini adalah lebih tahan lama. 

3. Kopi Robusta Bengkulu 



Di antara daerah penghasil kopi di Indonesia, Bengkulu sangat dikenal dengan. Daerah yang termasuk tiga besar penghasil kopi ini, bahkan sejak tahun 2019 mulai mengekspor hasilnya ke seluruh dunia. Kopi yang dibudidayakan dan khas Bengkulu adalah kopi jujur, kopi asli tanpa gula jenis Robusta. 

Kopi Robusta Lampung memiliki aroma khas gandum dan kacang-kacangan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Kopi ini juga mempunyai kadar asam yang sangat sedikit sehingga tidak terasa ketika diminum. Kekhasan kopi Robusta Lampung dipengaruhi oleh wilayah-wilayah tempat dibudidayakannya. Kopi banyak ditanam di daerah Rejang Lebong, Kapahiang, dan Bengkulu Utara. 

Kamu penikmat kopi? Jangan lupa untuk mencoba kopi Robusta Bengkulu tanpa campuran. Dijamin, kopi jujur, kopi asli tanpa campuran essen akan memuaskan! Bahkan, Kamu yang tidak terbiasa meminum kopi tetap akan dapat mengakui cita rasa nikmat yang tidak ada duanya!

Load comments